, Philippines
3500 views
Courtesy: Energy Development Corp.

EDC tingkatkan fasilitas panas bumi Leyte

Hal ini untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan perpanjangan usia operasional pembangkit.

Energy Development Corporation (EDC) berencana melakukan peningkatan besar pada fasilitas pembangkit listrik panas bumi di Leyte, Filipina, guna meningkatkan efisiensi operasional, memperpanjang عمر pembangkit, sekaligus memastikan keberlanjutan operasinya dalam jangka panjang.

“Kami akan memasang berbagai langkah mitigasi pada titik wellhead dan antarmuka pembangkit, seperti perangkat penangkap padatan dan sistem pencucian uap,” ujar Teodulfo Troyo, Head of Leyte Site EDC, kepada Asian Power. Kombinasi sistem tersebut menghasilkan uap berkualitas tinggi yang lebih murni, mengurangi kandungan pengotor, serta membantu menjaga operasi turbin uap tetap efisien dan andal.

Sebagai anak usaha First Gen Corporation, EDC mengoperasikan tiga pembangkit panas bumi di kawasan Tongonan Geothermal Field, yakni Tongonan, Malitbog, dan Upper Mahiao. Program peningkatan kali ini akan berfokus pada fasilitas steamfield yang memasok energi ke seluruh pembangkit tersebut.

Melalui pembaruan ini, perusahaan menargetkan peningkatan performa operasional sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya panas bumi, sehingga pembangkit dapat terus beroperasi secara optimal dalam jangka panjang.

Straddling Kananga and Ormoc in Leyte, the Tongonan geothermal field comprises 31 production wells and nine reinjection wells and spans more than 107,000 hectares of protected forest land.

EDC is consulting a professional engineering firm that has worked on similar geothermal projects in other countries to plan the upgrades.

Troyo said that EDC is now in the data gathering phase, with final design and cost estimates to follow. He added that the design phase would take at least six months, followed by construction or equipment replacement over within two to three years.

EDC is also exploring new technologies, such as electrical submersible pumps, to revitalise older wells and modular binary plants that don’t require extensive steam piping.

“These are still in the planning stage, but since they are already used abroad, we hope to replicate similar success,” Troyo said, citing the potential to add 10 megawatts (MW) to 15 MW without heavy infrastructure costs.

Turbines and generator rotors in Tongonan’s facilities have been replaced, and operations are now nearly fully automated. “Operations now focus on optimising and monitoring the plant, with less manual adjustment,” Troyo said.

Plans are also underway to replace nine cooling towers with new units that are resilient to typhoons and earthquakes.

With these upgrades, EDC expects Tongonan to remain operational until at least 2046.

Meanwhile, the firm’s other geothermal facilities are also due for rehabilitation and upgrades over the near term.  The 180 MW Mahanagdong facilities will undergo rehabilitation and capacity upgrades in three to five years, whilst Upper Mahiao is slated for complete plant replacement to boost generating capacity from 130 MW to at least 200 MW, supported by additional geothermal wells.

Aside from Tongonan, EDC owns seven other geothermal power stations operating across the Philippines, bringing total generating capacity to over 1,100 MW.

Follow the link for more news on

Investasi energi terbarukan Asia-Pasifik melaju lebih cepat dari efisiensi pengadaan

Pengembang soroti hambatan jaringan, kontrak, dan dokumentasi.

Batu bara Jepang belum mampu gantikan pasokan LNG dari Selat Hormuz

Perusahaan utilitas batasi pembelian batu bara di tengah ketidakpastian durasi gangguan pasokan.

Guncangan harga minyak berdampak ke listrik gas Asia, meski dengan jeda

Kesepakatan LNG take-or-pay batasi kemampuan operator menyesuaikan produksi.

Solar terdesentralisasi tekan biaya jaringan di pedesaan Asia Tenggara

GoRental hadirkan solar terdesentralisasi dengan biaya jauh lebih murah dari jaringan listrik

Pajak karbon dan impor energi hijau tingkatkan biaya serta risiko kepatuhan

Fokus sempit pada pajak semata mengabaikan gambaran ekonomi yang lebih utuh.

China pimpin investasi fusi energi di Asia dengan dana capai US$5 miliar

China Fusion Energy Corporation berperan sebagai pusat nasional senilai US$2,1 miliar untuk proyek-proyek "matahari buatan".

Inverter grid-forming ambil alih kendali untuk stabilkan jaringan listrik Asia

Pertumbuhan konsumsi listrik kini melaju lebih cepat daripada kapasitas jaringan yang menyalurkannya.

Gangguan jaringan listrik Indonesia tegaskan pentingnya panel surya atap dan penyimpanan baterai

Kapasitas terpasang panel surya atap tercatat sebesar 853 MW, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Indonesia tetapkan target 2032 untuk PLTN pertamanya

Nuklir kini masuk ke dalam bauran energi jangka panjang Indonesia.

PLN perluas jaringan gas dan LNG guna dukung peningkatan energi terbarukan

Gas menjadi kekuatan penstabil yang memungkinkan jaringan listrik menyerap lebih banyak output yang bersifat variabel.