, Philippines

AC Energy Filipina meluncurkan obligasi hijau perdana senilai $225 juta

Obligasi tersebut, dengan harga $ 99,45, memiliki tenor lima tahun dan kupon 4,75% per tahun.

Utilitas Filipina, AC Energy, telah menetapkan persyaratan untuk obligasi hijau perdananya yang senilai $225 juta dilengkapi tenor lima tahun dan kupon 4,75% per tahun, dengan harga $99,45.

Menurut pengumuman, obligasi itu akan diterbitkan oleh anak perusahaan AC Energy, AC Energy Finance International Limited, dan terdaftar di Singapore Exchange Securities Trading (SGX-ST).

Obligasi tersebut telah menerima sertifikasi pra-penerbitan sebagai Obligasi Iklim di bawah Climate Bonds Standard (CBS). Climate Bonds Standard Board  dari Climate Bonds Initiative (CBI) menyetujui sertifikasi notanya pada 14 Januari 2019.

Penerbitan AC Energy akan menjadi Obligasi Hijau USD bersertifikasi CBI pertama yang disindikasikan secara publik di Asia Tenggara, kata perusahaan itu.

HSBC bertindak sebagai koordinator global tunggal; Bank of America Merrill Lynch (BofAML) bertindak sebagai agen penataan hijau tunggal, dan BofAML, CLSA, dan HSBC bertindak sebagai bookrunner dan joint lead managers, dengan partisipasi BDO Capital, BPI Capital Corp., dan China Bank Capital sebagai manajer domestik.

Investasi energi terbarukan Asia-Pasifik melaju lebih cepat dari efisiensi pengadaan

Pengembang soroti hambatan jaringan, kontrak, dan dokumentasi.

Batu bara Jepang belum mampu gantikan pasokan LNG dari Selat Hormuz

Perusahaan utilitas batasi pembelian batu bara di tengah ketidakpastian durasi gangguan pasokan.

Guncangan harga minyak berdampak ke listrik gas Asia, meski dengan jeda

Kesepakatan LNG take-or-pay batasi kemampuan operator menyesuaikan produksi.

Solar terdesentralisasi tekan biaya jaringan di pedesaan Asia Tenggara

GoRental hadirkan solar terdesentralisasi dengan biaya jauh lebih murah dari jaringan listrik

Pajak karbon dan impor energi hijau tingkatkan biaya serta risiko kepatuhan

Fokus sempit pada pajak semata mengabaikan gambaran ekonomi yang lebih utuh.

China pimpin investasi fusi energi di Asia dengan dana capai US$5 miliar

China Fusion Energy Corporation berperan sebagai pusat nasional senilai US$2,1 miliar untuk proyek-proyek "matahari buatan".

Inverter grid-forming ambil alih kendali untuk stabilkan jaringan listrik Asia

Pertumbuhan konsumsi listrik kini melaju lebih cepat daripada kapasitas jaringan yang menyalurkannya.

Gangguan jaringan listrik Indonesia tegaskan pentingnya panel surya atap dan penyimpanan baterai

Kapasitas terpasang panel surya atap tercatat sebesar 853 MW, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Indonesia tetapkan target 2032 untuk PLTN pertamanya

Nuklir kini masuk ke dalam bauran energi jangka panjang Indonesia.

PLN perluas jaringan gas dan LNG guna dukung peningkatan energi terbarukan

Gas menjadi kekuatan penstabil yang memungkinkan jaringan listrik menyerap lebih banyak output yang bersifat variabel.