, Indonesia
427 views
Photo by Brett Sayles: https://www.pexels.com/photo/windmills-1635332/

ACEN, Barito akan mengakuisisi aset pengembangan energi angin di Indonesia

Barito akan memegang saham sebesar 51%, sementara ACEN akan memiliki 49% saham dalam aset energi angin tersebut.

PT Barito Wind Energy dan ACEN Investments HK Limited telah menandatangani perjanjian jual beli untuk mengakuisisi aset pengembangan energi angin tahap akhir milik UPC Renewables Asia Pacific Holdings di Indonesia dengan kapasitas total 320 megawatt (MW).

Dalam sebuah pernyataan, ACEN menyatakan bahwa Barito Wind akan memegang saham sebesar 51% dalam tiga aset pengembangan tersebut, sementara ACEN HK akan memiliki sisanya sebesar 49%.

ALSO READ: ACEN secures $197.6m sustainability-linked loan facility

Proyek-proyek energi angin tersebut berlokasi di provinsi Sulawesi Selatan (Sidrap 2), Sukabumi, dan Lombok.

Sebagai pemain utama di sektor energi terbarukan, kesepakatan signifikan ini dengan Barito Renewables dan UPC Renewables mencatat tonggak bersejarah lain dalam perjalanan kami. Akuisisi potensial ini sepenuhnya sejalan dengan strategi pertumbuhan kami, terutama dalam memperluas jejak energi angin kami di wilayah Asia Pasifik," kata CEO Internasional ACEN, Patrice Clausse.

Barito dan ACEN juga sedang menjajaki potensi kemitraan jangka panjang untuk proyek energi angin tambahan di Indonesia. Barito, melalui anak perusahaannya Star Energy, sebelumnya juga telah bermitra dengan ACEN untuk Pembangkit Listrik Geotermal Salak dan Darajat berkapasitas 663 MW di Jawa Barat.

Investasi energi terbarukan Asia-Pasifik melaju lebih cepat dari efisiensi pengadaan

Pengembang soroti hambatan jaringan, kontrak, dan dokumentasi.

Batu bara Jepang belum mampu gantikan pasokan LNG dari Selat Hormuz

Perusahaan utilitas batasi pembelian batu bara di tengah ketidakpastian durasi gangguan pasokan.

Guncangan harga minyak berdampak ke listrik gas Asia, meski dengan jeda

Kesepakatan LNG take-or-pay batasi kemampuan operator menyesuaikan produksi.

Solar terdesentralisasi tekan biaya jaringan di pedesaan Asia Tenggara

GoRental hadirkan solar terdesentralisasi dengan biaya jauh lebih murah dari jaringan listrik

Pajak karbon dan impor energi hijau tingkatkan biaya serta risiko kepatuhan

Fokus sempit pada pajak semata mengabaikan gambaran ekonomi yang lebih utuh.

China pimpin investasi fusi energi di Asia dengan dana capai US$5 miliar

China Fusion Energy Corporation berperan sebagai pusat nasional senilai US$2,1 miliar untuk proyek-proyek "matahari buatan".

Inverter grid-forming ambil alih kendali untuk stabilkan jaringan listrik Asia

Pertumbuhan konsumsi listrik kini melaju lebih cepat daripada kapasitas jaringan yang menyalurkannya.

Gangguan jaringan listrik Indonesia tegaskan pentingnya panel surya atap dan penyimpanan baterai

Kapasitas terpasang panel surya atap tercatat sebesar 853 MW, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Indonesia tetapkan target 2032 untuk PLTN pertamanya

Nuklir kini masuk ke dalam bauran energi jangka panjang Indonesia.

PLN perluas jaringan gas dan LNG guna dukung peningkatan energi terbarukan

Gas menjadi kekuatan penstabil yang memungkinkan jaringan listrik menyerap lebih banyak output yang bersifat variabel.