, Indonesia
Logo of CNOOC

CNOOC Limited mengirimkan Train 3 Proyek LNG Tangguh di Indonesia

Train 3 memiliki kapasitas pembangkit sebesar 7,6 juta ton per tahun.

China National Offshore Oil Corp. Limited (CNOOC) telah memulai pengiriman kargo LNG pertama dari fasilitas pembekuan baru (Train 3) dari proyek LNG Tangguh yang baru dibangun di Indonesia.

Terletak di Provinsi Papua Barat, proyek ini mulai berproduksi pada 2009 dan terdiri dari enam ladang gas offshore di bawah tiga kontrak bagi hasil (PSC), yang mampu menampung 7,6 juta ton per tahun (mtpa).

ALSO READ: New natural gas sources needed to meet increasing demand

Fasilitas tambahan seperti dua platform kepala sumur baru, 10 sumur produksi dan infrastruktur lainnya telah mulai berproduksi secara bersamaan dengan fasilitas tersebut.

Penambahan Train 3 akan menambah kapasitas kilang hingga 11,4 mtpa, menjadikan proyek Tangguh LNG sebagai ladang gas dan pusat produksi LNG terbesar di negara kepulauan Indonesia.

CNOOC Muturi Limited, anak perusahaan CNOOC, memiliki 13,90% kepemilikan dalam proyek LNG Tangguh.

JERA, mitra unit PT PLN untuk pengembangan rantai nilai LNG

MOU juga mencakup studi kemungkinan konversi ke hidrogen, rantai nilai amonia.

VOX POP: Bagaimana teknologi vehicle-to-grid dapat meningkatkan transisi energi?

Teknologi vehicle-to-grid (V2G) dipandang sebagai inovasi revolusioner menuju ketahanan jaringan listrik dan peningkatan transisi energi yang kokoh.

IDCTA: Partisipasi global dapat meningkatkan penjualan kredit karbon Indonesia

Pasar karbon Indonesia yang baru dibuka memiliki sebanyak 71,95% kredit karbon yang belum terjual pada akhir 2023.

Bagaimana Asia Tenggara dapat mencapai potensi biogasnya

Kawasan ini hanya memiliki sekitar satu gigawatt kapasitas dengan Thailand, Indonesia, dan Malaysia memimpin dalam hal produksi.

Filipina siap untuk transisi energi, tetapi targetnya bisa lebih tinggi

Energi terbarukan negara tersebut menyumbang sebanyak 22% dari bauran energi hingga 2022.

Singapura menghadapi hambatan biaya dan investasi dalam mendorong penggunaan hidrogen

Pengembangan teknologi yang signifikan akan memungkinkan Singapura menghasilkan 50% dari daya listriknya dari hidrogen beremisi rendah pada 2050.

ACEN, Barito akan mengakuisisi aset pengembangan energi angin di Indonesia

Barito akan memegang saham sebesar 51%, sementara ACEN akan memiliki 49% saham dalam aset energi angin tersebut.

JERA, PT Pertamina tandatangani kesepakatan untuk meningkatkan rantai nilai LNG dan hidrogen

Kerja sama ini akan mencakup peningkatan rantai nilai bahan bakar Indonesia.

PLN Indonesia Power memimpin langkah dalam efisiensi pembangkitan listrik generasi berikutnya

Setiap tahun, efisiensi energi primer yang dicapai oleh PLN IP setara dengan Rp52,5 miliar (US$3,36 juta).