, Thailand
204 views

Brookfield Renewable Partners menjual operasi energi surya Thailand seharga $100 juta

GPSC telah mengakuisisi semua kepentingan surya Brookfield di Thailand seharga US$100 juta.

Brookfield Renewable Partners melepaskan bisnis energi suryanya yang berbasis di Thailand ke perusahaan listrik dan energi Global Power Synergy Public Company (GPSC) milik PTT Public Company seharga $100 juta.

Dengan akuisisi ini, GPSC memperoleh 100% kepemilikan dari N.P.S. Star Group Company Limited (NPS), World Exchange Asia Company Limited (WXA), P.P. Solar Company Limited (PPS), dan TerraForm Global Operating (Thailand) dengan total kapasitas 39,5MW.

White & Case LLP adalah penasihat yang ditunjuk untuk kesepakatan itu, yang dipimpin oleh Jon Bowden dari Singapura dan termasuk 10 mitra lagi dari Singapura, Hong Kong, New York, dan Washington DC, siaran pers menambahkan.

Gangguan jaringan listrik Indonesia tegaskan pentingnya panel surya atap dan penyimpanan baterai

Kapasitas terpasang panel surya atap tercatat sebesar 853 MW, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Indonesia tetapkan target 2032 untuk PLTN pertamanya

Nuklir kini masuk ke dalam bauran energi jangka panjang Indonesia.

PLN perluas jaringan gas dan LNG guna dukung peningkatan energi terbarukan

Gas menjadi kekuatan penstabil yang memungkinkan jaringan listrik menyerap lebih banyak output yang bersifat variabel.

EDC tingkatkan fasilitas panas bumi Leyte

Hal ini untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan perpanjangan usia operasional pembangkit.

KS Orka memperluas kapasitasnya melewati 200 MW lewat proyek Sorik Marapi

Ini menjadi tonggak penting bagi salah satu proyek listrik bersih terbesar di Indonesia.

CPI kembangkan biomassa bambu ke proyek hybrid yang lebih besar

Warga lokal menggerakkan inisiatif energi terbarukan berbasis komunitas di Indonesia.

Bagaimana Jepang dapat menghidupkan kembali komitmennya pada energi terbarukan

Negara tersebut menghadapi tantangan dari sisi sistem maupun regulasi.

Kawasan Asia-Pasifik perlu selaraskan rencana energi dan pusat data

Akses terhadap energi terbarukan menjadi kunci bagi perluasan pasar.

APAC memimpin pertumbuhan energi nuklir

Ketegangan geopolitik dan harga bahan bakar fosil mendorong upaya diversifikasi.

Peralihan China dari batu bara ke hidrogen terhambat oleh biaya tinggi dan keterbatasan infrastruktur.

Hidrogen hijau membutuhkan pasokan energi terbarukan yang besar dan penyimpanan yang mahal.