, Indonesia
261 views
Photo from ACWA Power.

ACWA akan mengembangkan fasilitas hidrogen hijau terbesar di Indonesia

Proyek ini akan didukung oleh 600 MW tenaga surya dan angin.

Perusahaan daya Saudi Arabia, ACWA Power, penyedia listrik milik negara Indonesia, Perusahaan Listrik Negara, dan produsen pupuk dan kimia PT Pupuk Indonesia, menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan fasilitas hidrogen hijau terbesar di negara Asia Tenggara tersebut yang diharapkan mulai beroperasi pada 2026.

ALSO READ: ACWA commences green hydrogen project development in Uzbekistan

Dalam sebuah pernyataan, ACWA Power menyebutkan bahwa Proyek Garuda Hidrogen Hijau akan ditenagai oleh 600 megawatt tenaga surya dan angin, serta akan menghasilkan 150.000 ton amonia hijau setiap tahun.

Proses lelang untuk proyek ini, yang diperkirakan akan biaya lebih dari $1 miliar, dijadwalkan akan dimulai pada kuartal pertama 2024 dan mencapai penutupan keuangan pada akhir 2025.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh CEO ACWA Power, Marco Arcelli, dengan CEO PLN, Darmawan Prasodjo, dan CEO Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-28.

Follow the link for more news on

Investasi energi terbarukan Asia-Pasifik melaju lebih cepat dari efisiensi pengadaan

Pengembang soroti hambatan jaringan, kontrak, dan dokumentasi.

Batu bara Jepang belum mampu gantikan pasokan LNG dari Selat Hormuz

Perusahaan utilitas batasi pembelian batu bara di tengah ketidakpastian durasi gangguan pasokan.

Guncangan harga minyak berdampak ke listrik gas Asia, meski dengan jeda

Kesepakatan LNG take-or-pay batasi kemampuan operator menyesuaikan produksi.

Solar terdesentralisasi tekan biaya jaringan di pedesaan Asia Tenggara

GoRental hadirkan solar terdesentralisasi dengan biaya jauh lebih murah dari jaringan listrik

Pajak karbon dan impor energi hijau tingkatkan biaya serta risiko kepatuhan

Fokus sempit pada pajak semata mengabaikan gambaran ekonomi yang lebih utuh.

China pimpin investasi fusi energi di Asia dengan dana capai US$5 miliar

China Fusion Energy Corporation berperan sebagai pusat nasional senilai US$2,1 miliar untuk proyek-proyek "matahari buatan".

Inverter grid-forming ambil alih kendali untuk stabilkan jaringan listrik Asia

Pertumbuhan konsumsi listrik kini melaju lebih cepat daripada kapasitas jaringan yang menyalurkannya.

Gangguan jaringan listrik Indonesia tegaskan pentingnya panel surya atap dan penyimpanan baterai

Kapasitas terpasang panel surya atap tercatat sebesar 853 MW, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Indonesia tetapkan target 2032 untuk PLTN pertamanya

Nuklir kini masuk ke dalam bauran energi jangka panjang Indonesia.

PLN perluas jaringan gas dan LNG guna dukung peningkatan energi terbarukan

Gas menjadi kekuatan penstabil yang memungkinkan jaringan listrik menyerap lebih banyak output yang bersifat variabel.