, Indonesia
209 views
Photo from PT PLN.

PLN di Indonesia membuka pembangkit hidrogen ramah lingkungan pertama

Pembangkit tersebut mampu memproduksi 51 juta ton hidrogen per tahun.

Perusahaan energi milik negara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) meluncurkan pabrik hidrogen hijau (GHP) pertama di Indonesia.

Terletak di Pluit, Jakarta, di atas kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang, pabrik hidrogen ini 100% bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) dan mampu menghasilkan 51 juta ton hidrogen per tahun.

Hidrogen hijau dipandang sebagai salah satu inisiatif besar Indonesia dalam transisi energi untuk beradaptasi sebagai sumber energi utama untuk transportasi dan mencapai emisi net-zero pada 2060.

ALSO READ: Masdar, PLN NP to triple Indonesia’s Cirata floating solar PV capacity

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan GHP berfungsi untuk menjawab tantangan transisi.

“Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan pabrik hidrogen hijau ini dan terus melakukan kajian dan perumusan kebijakan yang lebih komprehensif untuk mendorong hidrogen hijau berkembang di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Yudo Dwinanda Priaadi saat memberikan sambutan.

JERA, mitra unit PT PLN untuk pengembangan rantai nilai LNG

MOU juga mencakup studi kemungkinan konversi ke hidrogen, rantai nilai amonia.

VOX POP: Bagaimana teknologi vehicle-to-grid dapat meningkatkan transisi energi?

Teknologi vehicle-to-grid (V2G) dipandang sebagai inovasi revolusioner menuju ketahanan jaringan listrik dan peningkatan transisi energi yang kokoh.

IDCTA: Partisipasi global dapat meningkatkan penjualan kredit karbon Indonesia

Pasar karbon Indonesia yang baru dibuka memiliki sebanyak 71,95% kredit karbon yang belum terjual pada akhir 2023.

Bagaimana Asia Tenggara dapat mencapai potensi biogasnya

Kawasan ini hanya memiliki sekitar satu gigawatt kapasitas dengan Thailand, Indonesia, dan Malaysia memimpin dalam hal produksi.

Filipina siap untuk transisi energi, tetapi targetnya bisa lebih tinggi

Energi terbarukan negara tersebut menyumbang sebanyak 22% dari bauran energi hingga 2022.

Singapura menghadapi hambatan biaya dan investasi dalam mendorong penggunaan hidrogen

Pengembangan teknologi yang signifikan akan memungkinkan Singapura menghasilkan 50% dari daya listriknya dari hidrogen beremisi rendah pada 2050.

ACEN, Barito akan mengakuisisi aset pengembangan energi angin di Indonesia

Barito akan memegang saham sebesar 51%, sementara ACEN akan memiliki 49% saham dalam aset energi angin tersebut.

JERA, PT Pertamina tandatangani kesepakatan untuk meningkatkan rantai nilai LNG dan hidrogen

Kerja sama ini akan mencakup peningkatan rantai nilai bahan bakar Indonesia.

PLN Indonesia Power memimpin langkah dalam efisiensi pembangkitan listrik generasi berikutnya

Setiap tahun, efisiensi energi primer yang dicapai oleh PLN IP setara dengan Rp52,5 miliar (US$3,36 juta).