, Philippines
583 views

SP New Energy Corporation membawa teknologi surya 'terbaru' ke Filipina

Proyek solar farm di Nueva Ecija akan memiliki kapasitas 500 megawatt untuk memenuhi kebutuhan listrik 1,5 juta warga Filipina.

SP New Energy Corporation (SPNEC) membawa teknologi "terbaru" ke proyek pembangkit listrik tenaga surya 500 megawatt di Nueva Ecija.

Ini adalah proyek tenaga surya ketiga di bawah perusahaan, setelah pembangkit tenaga surya 63.3-MW solar farm in Calatagan, Batangas dan pembangkit tenaga surya 150 MW di Concepcion, Tarlac pada 2019.

Holger Schenk, yang merupakan head Engineering, Procurement, Construction di Solar Philippines, mengatakan teknologi yang digunakan di ladang surya Calatagan “sudah cukup tua,” sementara teknologi surya yang digunakan di ladang Tarlac bersumber dari dalam negeri.

“[Solar farm Nueva Ecija] memiliki modul surya dengan efisiensi tinggi dan teknologi terbaru dalam hal elektronik dan kontrol yang kami gunakan,” kata Schenk. “Ini adalah teknologi terbaru yang kami gunakan saat ini di pabrik. Ini memberikan listrik hijau. 100% daya terbarukan. Tidak ada polusi. Tidak ada bagian yang bergerak. Tidak ada suara.”

Schenk mencatat bahwa perusahaan juga melakukan kompetisi teknologi antara string dan inverter sentral untuk menentukan mana yang terbaik untuk digunakan pada proyek 50 MW pertama.

Ladang surya Nueva Ecija akan terhubung ke sistem jaringan listrik Luzon. Sebagian besar akan menyediakan listrik untuk rumah tangga di Metro Manila dan wilayah Metro Manila Raya.

Schenk mengatakan setelah pembangkit tenaga surya 500 MW beroperasi penuh, diperkirakan akan menyediakan listrik untuk sekitar 1,5 juta orang Filipina.

“Kami sedang meningkatkan. Proyek ini sekarang pada dasarnya 10 kali ukuran proyek pertama kami. Proyek menjadi lebih besar; teknologinya sudah maju.”

Selain itu, kemajuan ini sangat penting dalam proses penskalaan, membuat proyek lebih hemat biaya.

Schenk menekankan pentingnya mengintegrasikan pembelajaran sehari-hari dari pemeliharaan operasional, memastikan bahwa proyek berkembang dan meningkat dari waktu ke waktu dengan desain pabrik yang baru.

Hal ini sejalan dengan strategi keseluruhan SPNEC untuk membangun masa depan listrik terbarukan 100% untuk Filipina.

“Kami juga memiliki proyek masa depan yang lebih besar dari itu. Kami mengambil langkah demi langkah, mengambil pembelajaran dari pabrik saat beroperasi, dan mengintegrasikannya ke dalam proyek berikutnya, selanjutnya,” kata Schenk.

Gangguan jaringan listrik Indonesia tegaskan pentingnya panel surya atap dan penyimpanan baterai

Kapasitas terpasang panel surya atap tercatat sebesar 853 MW, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Indonesia tetapkan target 2032 untuk PLTN pertamanya

Nuklir kini masuk ke dalam bauran energi jangka panjang Indonesia.

PLN perluas jaringan gas dan LNG guna dukung peningkatan energi terbarukan

Gas menjadi kekuatan penstabil yang memungkinkan jaringan listrik menyerap lebih banyak output yang bersifat variabel.

EDC tingkatkan fasilitas panas bumi Leyte

Hal ini untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan perpanjangan usia operasional pembangkit.

KS Orka memperluas kapasitasnya melewati 200 MW lewat proyek Sorik Marapi

Ini menjadi tonggak penting bagi salah satu proyek listrik bersih terbesar di Indonesia.

CPI kembangkan biomassa bambu ke proyek hybrid yang lebih besar

Warga lokal menggerakkan inisiatif energi terbarukan berbasis komunitas di Indonesia.

Bagaimana Jepang dapat menghidupkan kembali komitmennya pada energi terbarukan

Negara tersebut menghadapi tantangan dari sisi sistem maupun regulasi.

Kawasan Asia-Pasifik perlu selaraskan rencana energi dan pusat data

Akses terhadap energi terbarukan menjadi kunci bagi perluasan pasar.

APAC memimpin pertumbuhan energi nuklir

Ketegangan geopolitik dan harga bahan bakar fosil mendorong upaya diversifikasi.

Peralihan China dari batu bara ke hidrogen terhambat oleh biaya tinggi dan keterbatasan infrastruktur.

Hidrogen hijau membutuhkan pasokan energi terbarukan yang besar dan penyimpanan yang mahal.