, Indonesia
214 views
Photo by Budget Bizar via Pexels

Gangguan jaringan listrik Indonesia tegaskan pentingnya panel surya atap dan penyimpanan baterai

Kapasitas terpasang panel surya atap tercatat sebesar 853 MW, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Sejumlah pemadaman listrik yang belakangan terjadi di Sumatra dan jaringan Jawa-Madura-Bali telah mengungkap kelemahan dalam sistem kelistrikan Indonesia, sekaligus menyoroti peran yang dapat dimainkan oleh panel surya atap dalam meningkatkan ketahanan energi. Namun, pembatasan kebijakan dan tingginya biaya masih menghambat penerapannya, menurut sebuah lembaga pemikir (think tank).

Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), dalam laporan yang dirilis pada 29 Juni, mengatakan bahwa pemadaman-pemadaman tersebut menegaskan perlunya memperkuat keandalan dan ketahanan jaringan listrik, sembari memperluas energi terbarukan yang terdistribusi.

Lembaga tersebut mengatakan panel surya atap yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi baterai (battery energy storage systems/BESS) dapat menyediakan pembangkit listrik terdistribusi yang membantu rumah tangga, dunia usaha, dan pemerintah daerah tetap memiliki pasokan listrik saat terjadi gangguan jaringan.

Berbeda dari pembangkit termal konvensional, panel surya atap tidak bergantung pada rantai pasokan bahan bakar dan lebih tidak rentan terhadap kelangkaan bahan bakar maupun volatilitas harga komoditas, menurut IEEFA.

Indonesia baru memiliki kapasitas terpasang panel surya atap sebesar 853 megawatt hingga 2025, jauh di bawah Vietnam yang mencapai 6,9 gigawatt (GW), Thailand sebesar 3,6 GW, dan Malaysia sebesar 1,8 GW, menurut laporan tersebut.

Laporan itu mengaitkan kesenjangan tersebut dengan pembatasan skema net metering, kuota sambungan panel surya atap, tingginya biaya awal, serta tarif listrik bersubsidi yang melemahkan kelayakan finansial pemasangannya.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa regulasi yang berlaku saat ini membatasi kontrak Energy Service Company (ESCO) hanya hingga lima tahun, sehingga menyulitkan rumah tangga dan pemerintah daerah untuk mencicil biaya pemasangan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

"Mempercepat penerapan panel surya atap di Indonesia akan membutuhkan sejumlah reformasi kebijakan, termasuk menghidupkan kembali skema net metering yang berarti, merevisi regulasi kuota, mendukung model ESCO, serta memperluas ketentuan perizinan agar mencakup BESS," kata lembaga tersebut.

Laporan itu menambahkan bahwa penerapan panel surya atap perlu diiringi dengan investasi pada jaringan transmisi, modernisasi jaringan listrik, dan pemeliharaan guna meningkatkan keandalan dan ketahanan sistem kelistrikan Indonesia.

"Investasi pada panel surya atap dan BESS harus dipandang sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat ketahanan energi," kata IEEFA.

Follow the link s for more news on

Investasi energi terbarukan Asia-Pasifik melaju lebih cepat dari efisiensi pengadaan

Pengembang soroti hambatan jaringan, kontrak, dan dokumentasi.

Batu bara Jepang belum mampu gantikan pasokan LNG dari Selat Hormuz

Perusahaan utilitas batasi pembelian batu bara di tengah ketidakpastian durasi gangguan pasokan.

Guncangan harga minyak berdampak ke listrik gas Asia, meski dengan jeda

Kesepakatan LNG take-or-pay batasi kemampuan operator menyesuaikan produksi.

Solar terdesentralisasi tekan biaya jaringan di pedesaan Asia Tenggara

GoRental hadirkan solar terdesentralisasi dengan biaya jauh lebih murah dari jaringan listrik

Pajak karbon dan impor energi hijau tingkatkan biaya serta risiko kepatuhan

Fokus sempit pada pajak semata mengabaikan gambaran ekonomi yang lebih utuh.

China pimpin investasi fusi energi di Asia dengan dana capai US$5 miliar

China Fusion Energy Corporation berperan sebagai pusat nasional senilai US$2,1 miliar untuk proyek-proyek "matahari buatan".

Inverter grid-forming ambil alih kendali untuk stabilkan jaringan listrik Asia

Pertumbuhan konsumsi listrik kini melaju lebih cepat daripada kapasitas jaringan yang menyalurkannya.

Gangguan jaringan listrik Indonesia tegaskan pentingnya panel surya atap dan penyimpanan baterai

Kapasitas terpasang panel surya atap tercatat sebesar 853 MW, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Indonesia tetapkan target 2032 untuk PLTN pertamanya

Nuklir kini masuk ke dalam bauran energi jangka panjang Indonesia.

PLN perluas jaringan gas dan LNG guna dukung peningkatan energi terbarukan

Gas menjadi kekuatan penstabil yang memungkinkan jaringan listrik menyerap lebih banyak output yang bersifat variabel.