IPP
, India
148 views

Di balik ekspansi cepat Avaada Energy di seluruh India

Perusahaan tersebut telah beberapa kali mendapatkan investasi dari lembaga-lembaga seperti ADB, DEG, FMO dan Proparco.

Didirikan pada tahun 2017, Avaada Energy telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan energi terbarukan dengan pertumbuhan paling pesat di India, dengan kapasitas 1GW yang sudah beroperasi dan 3GW lainnya diberbagai tahap implementasi. Mereka juga menerapkan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1GW di bawah akses terbuka di berbagai negara bagian di seluruh negeri.

Asian Power berbicara dengan chairperson Avaada Group, Vineet Mittal, tentang pengalamannya membangun bisnis, strategi pertumbuhan yang cepat, dan beberapa peluang yang ingin mereka ambil di masa depan. Dia memasuki sektor energi bersih sebagai salah satu pendiri Welspun Energy, di mana dia bekerja membangun portofolio surya 1GW yang dimonetisasi dengan menjual seluruh portofolio-nya ke Tata Power.

“Sebagai pengambil risiko sejati, saya mulai dengan perusahaan dot com kemudian berkelana ke sektor BPO. Selama waktu saya di sektor TI, saya mulai menjelajahi jalan yang selaras dengan nilai serta esensi yang saya punya. Menurut pendapat saya, kita memiliki tanggung jawab yang melekat terhadap alam dan komunitas dimana telah memberi kita lingkungan untuk tumbuh,” kata Mittal.

Mengikuti ungkapan "World with us and World without us", dia berusaha untuk bekerja menciptakan dan membangun hal-hal yang "lebih baru". "Bagaimanapun kita sebagai manusia harus selalu memeriksa tindakan dan tujuan kita dalam hidup melalui dampak prisma yang akan terjadi pada masyarakat dan bangsa," tambahnya.

Strategi apa yang telah Anda gunakan untuk mendorong Avaada Energy menjadi salah satu pemasok energi matahari terbesar di India?

Kami adalah salah satu perusahaan energi terbarukan yang tumbuh paling cepat di India. Di Avaada, kami percaya untuk dapat bekerja bersama-sama dengan alam apakah itu proyek energi terbarukan kami atau inisiatif pengembangan masyarakat kami. Filosofi kami terinspirasi oleh 3 Ps - Promise, Progress and Partnership. Proyek yang kami lakukan, inisiatif dan hasil yang kami hasilkan semuanya selaras dengan filosofi ini, sesuatu yang mendefinisikan siapa kami. Kami dapat menjalani impian kami.

Strategi unik kami menjalin tujuan bisnis dengan kelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial, menghasilkan hasil yang saling menguntungkan. Dengan berkontribusi pada pengembangan sosial-ekonomi masyarakat dalam jangka pendek, kami memperkirakan pengiriman nilai yang berkelanjutan kepada pemegang saham kami. Melalui inisiatif keterlibatan masyarakat, kami berkontribusi untuk mengangkat gaya hidup komunitas tempat kami bekerja.

Di Avaada, kita tahu bahwa sebuah perusahaan hanya dapat selaras dengan kekuatan orang-orang yang membuatnya. Kami memelihara budaya keluarga dalam organisasi - sehingga setiap anggota organisasi percaya pada etos bersama dan sistem nilai yang sedang dipraktikkan dengan sungguh-sungguh. Hal ini telah menjadi salah satu alasan dasar bahwa tim yang sangat kompeten dan berpengalaman telah bekerja bersama selama 10 tahun terakhir. Ada sebuah ‘gesekan’ yang telah diabaikan selama bertahun-tahun. Kami sangat percaya pada 3 prinsip: apa yang diukur, dikelola, disampaikan, kemudian memeriksa apa yang Anda harapkan dan apa yang membuat Anda sukses, Anda ulangi.

Kami mempunyai kemahiran dalam memanfaatkan orang, proses, dan kerangka kerja teknologi untuk memastikan peningkatan berkelanjutan. Dengan fondasi yang kuat dari budaya keluarga, kepatuhan yang ketat terhadap prinsip-prinsip tata kelola, dan kerangka kerja yang dinamis untuk evaluasi peningkatan kinerja, kami telah berhasil membangun organisasi yang kuat yang memiliki keahlian luar biasa dalam bidang teknik, pengadaan, konstruksi dan O&M

Setelah memenangkan lelang proyek surya 320MW milik negara NHPC April lalu, apa yang Anda kerjakan untuk sisa tahun 2020 dan 2021?

Di Avaada kami percaya bahwa jika Anda berpikir hal-hal besar maka sesuatu yang lebih besar akan terjadi pada Anda dan organisasi Anda. Avaada Energy telah meningkat pesat dan dalam dua tahun, dia memiliki kapasitas 1000 MW yang sedang beroperasi. Perusahaan telah membuat pipa padat 3.000+ MW lainnya yang akan dilaksanakan selama beberapa tahun ke depan. Kami berencana untuk menginstal basis 5GW pada tahun 2022 dan 11GW pada tahun 2025.

Kami juga sedang dalam proses menerapkan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1GW dalam akses terbuka di Maharashtra, Tamil Nadu, Haryana, Karnataka, Uttar Pradesh dan Odisha. Kami bekerja dengan beberapa MNC terkemuka yang telah berkomitmen untuk beralih ke 100% energi terbarukan.

Sejak tahun 2017, prestasi mana yang sangat Anda banggakan?

Kami selalu berusaha untuk melakukan sesuatu yang inovatif, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dan bisa saja menjadi solusi bagi negara saya dan bagi industri energi bersih. Kami telah menjadi salah satu pemasok energi hijau terbesar ke beberapa lembaga pemerintah seperti NTPC, SECI dan DISCOMS, yang merupakan 60-70% dari total bisnis.

Di Avaada Energy kami berupaya mengoptimalkan biaya dan meningkatkan efisiensi dengan bantuan kemampuan bawaan kami untuk berinovasi. Dibantu oleh peningkatan teknologi dan penurunan harga komponen, kami telah berhasil mengurangi biaya modal dari Rs. 15 crores / MW ke Rs. 4 crores / MW dalam 7-8 tahun terakhir.

Selain itu, karena kemampuan pelaksanaan proyek kami yang kuat, catatan pembayaran utang yang sempurna, dan tim kepemimpinan profesional, Avaada telah berhasil mengantongi investasi berulang dari investor institusi terkenal seperti ADB, DEG, FMO & Proparco. Perusahaan ini memiliki lingkup pelanggan yang mencakup kompleks kantor, perusahaan IT global, hotel, dll.

Apa tantangan dan risiko terbesar terkait penyediaan daya ke India?

Sebagai industri yang relatif baru, sektor energi terbarukan di India telah muncul sebagai sektor dengan pertumbuhan tercepat. Meskipun begitu, ada beberapa masalah yang harus diatasi untuk lebih memperkuat posisi Avaada sebagai pemain penting energi bersih di tingkat  global.

Ada kebutuhan mendesak bagi rezim kebijakan yang sudah stabil di mana begitu suatu kebijakan telah dibingkai, ia tetap ada selama setidaknya lima tahun tanpa perubahan. Setiap modifikasi / amandemen harus dilakukan dalam keadaan yang ekstrem dan harus dipastikan bahwa implementasinya prospektif. Implementasi retrospektif  harus disingkirkan sepenuhnya. Masalah yang lainnya adalah penyelesaian sengketa antara pihak-pihak terkait. Risiko yang terkait dengan pembebasan lahan, pembiayaan, infrastruktur evakuasi transmisi dll akhirnya merugikan kita sebagai pengembang. Ini dapat dikurangi melalui mekanisme ganti rugi yang sesuai dalam kontrak itu sendiri.

Pelajaran berharga apa yang telah Anda pelajari saat beroperasi di pasar yang besar dan beragam seperti India? Peluang apa yang Anda lihat untuk sektor energi terbarukan?

Sejak awal, budaya India telah menghormati dan menyembah angin, air, bumi, api dan langit. Salah satu pelajaran terpenting yang saya pelajari adalah selalu melihat bisnis energi terbarukan sebagai kesempatan untuk meneruskan warisan India yang hebat ini. Dengan energi bersih yang terus berinovasi secara konstan dan dengan revolusi energi hijau bangsa kita dibawah kepemimpinan Hon'ble PM Shri Narendra Modi, India akan melanjutkan pertumbuhan eksponensial di sektor energi terbarukan. Dengan adanya komitmen pemerintah untuk keberlanjutan lingkungan dan target energi bersih, maka ini adalah saat yang menyenangkan untuk mengadopsi dan meng-implementasi inovasi energi bersih.

Selain itu, India terus mengeksplorasi proyek-proyek listrik ditambah dengan kemampuan penyimpanannya. Ada juga permintaan yang meningkat dari fasilitas industri dan manufaktur besar untuk sumber energi matahari guna memenuhi kebutuhan energi mereka. Lebih lanjut, solusi pemanasan industri yang ditenagai oleh energi matahari telah membuat kemajuan kecil di pasar India tetapi seiring waktu akan bertumbuh juga.

Follow the link for more news on

Mengapa EDC Filipina tidak akan mengembangkan batu bara

Dampak buruk dari perubahan iklim membuat perusahaan hanya mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Supreme Energy mengambil inisiatif berani untuk lebih lanjut mengembangkan energi panas bumi di Indonesia

Mereka menjalankan tiga proyek di Pulau Sumatera, di mana 91% potensi panas bumi belum tereksplorasi.

Pertamina mulai mengembangkan hidrogen

Pertamina akan memproduksi hidrogen hijau dan biru sebagai upaya  mengejar target energi bersih pada  2030.

Energi panas bumi Indonesia akan mencapai 8.1GW pada 2035

Bahkan dapat mencapai target 9,3GW jika berhasil dalam lelang WKP.

Akankah dorongan batu bara di Cina menunda target karbon ganda mereka?

Data pemerintah menunjukkan produksi batu bara Cina tumbuh 11% pada Semester 1 2022.

Indonesia berupaya menjauh dari investasi baru batu bara lewat skema royalti terbarunya

Pemerintah akan mengenakan tarif 28% ketika harga patokan batu bara melampaui $100/ton.

Saldo kas perusahaan batu bara dapat mendanai transisi hijau Indonesia

Saldo kas gabungan berjumlah $6,8 miliar pada kuartal pertama.

Singapura menggali lebih dalam untuk melepaskan potensi energi panas bumi

Tapi sejauh mana volumetrik dari batuan panas, di mana panas bumi bersumber tidak diketahui.