, Malaysia
431 views

Taman surya pertama yang beroperasi di bawah LSS2 Malaysia berakhir commissioning

Pembangkit 39MWp di Pahang akan menghasilkan listrik yang cukup untuk 12.000 rumah.

Taman surya operasional pertama di bawah skema surya skala besar kedua Malaysia (LSS2) telah menyelesaikan fase commissioning, menurut developernya, BayWa r.e. Pembangkit berkapasitas 39MWp di Gebeng, Pahang, akan menghasilkan listrik yang cukup untuk 12.000 rumah.

BayWa r.e., dengan bantuan mitra lokal HD Earth Sdn. Bhd., memenangkan proyek dalam tender solar kedua yang diadakan oleh Suruhanjaya Tenaga, Komisi Energi Malaysia pada 2017. Pembangkit ini adalah pembangkit listrik tenaga surya pertama yang mencapai operasi komersial dari semua pemenang tender, yang terhubung ke jaringan transmisi nasional 132kV.

Konstruksi proyek kompleks, yang terdiri dari hampir 120.000 panel surya dan lebih dari 830 inverter, dimulai pada akhir 2018 dan selesai sesuai jadwal pada akhir 2019.

Gangguan jaringan listrik Indonesia tegaskan pentingnya panel surya atap dan penyimpanan baterai

Kapasitas terpasang panel surya atap tercatat sebesar 853 MW, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Indonesia tetapkan target 2032 untuk PLTN pertamanya

Nuklir kini masuk ke dalam bauran energi jangka panjang Indonesia.

PLN perluas jaringan gas dan LNG guna dukung peningkatan energi terbarukan

Gas menjadi kekuatan penstabil yang memungkinkan jaringan listrik menyerap lebih banyak output yang bersifat variabel.

EDC tingkatkan fasilitas panas bumi Leyte

Hal ini untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan perpanjangan usia operasional pembangkit.

KS Orka memperluas kapasitasnya melewati 200 MW lewat proyek Sorik Marapi

Ini menjadi tonggak penting bagi salah satu proyek listrik bersih terbesar di Indonesia.

CPI kembangkan biomassa bambu ke proyek hybrid yang lebih besar

Warga lokal menggerakkan inisiatif energi terbarukan berbasis komunitas di Indonesia.

Bagaimana Jepang dapat menghidupkan kembali komitmennya pada energi terbarukan

Negara tersebut menghadapi tantangan dari sisi sistem maupun regulasi.

Kawasan Asia-Pasifik perlu selaraskan rencana energi dan pusat data

Akses terhadap energi terbarukan menjadi kunci bagi perluasan pasar.

APAC memimpin pertumbuhan energi nuklir

Ketegangan geopolitik dan harga bahan bakar fosil mendorong upaya diversifikasi.

Peralihan China dari batu bara ke hidrogen terhambat oleh biaya tinggi dan keterbatasan infrastruktur.

Hidrogen hijau membutuhkan pasokan energi terbarukan yang besar dan penyimpanan yang mahal.