, Malaysia

TNB Malaysia mengantongi $35,10 juta demi proyek surya 30MW

Perusahaan mencapai kesepakatan keuangan dengan MUFG Bank Malaysia.

Malaysian utility Tenaga Nasional Berhad (TNB), mengantongi $35,10 juta (RM144m) untuk membiayai proyek tenaga surya skala besar kedua di Kedah, Malaysia yang memiliki kapasitas pembangkitan 30MW dan kapasitas terpasang DC 45MWp.

Menurut sebuah pengumuman, anak perusahaan TNB Bukit Selambau Solar Sdn. Bhd. (TBSS) serta MUFG Bank (Malaysia) Berhad mencapai penutupan keuangan untuk proyek tersebut.

TBSS merupakan sebuah kendaraan tujuan khusus (SPV) yang dianugerahi proyek oleh Komisi Energi Malaysia melalui latihan penawaran yang kompetitif.

TNB dan TBSS juga menandatangani perjanjian jual beli listrik (PPA) berjangka 21 tahun untuk proyek tersebut pada Maret 2018. Proyek tenaga surya tersebut akan selesai pada kuartal keempat 2020.

Gangguan jaringan listrik Indonesia tegaskan pentingnya panel surya atap dan penyimpanan baterai

Kapasitas terpasang panel surya atap tercatat sebesar 853 MW, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Indonesia tetapkan target 2032 untuk PLTN pertamanya

Nuklir kini masuk ke dalam bauran energi jangka panjang Indonesia.

PLN perluas jaringan gas dan LNG guna dukung peningkatan energi terbarukan

Gas menjadi kekuatan penstabil yang memungkinkan jaringan listrik menyerap lebih banyak output yang bersifat variabel.

EDC tingkatkan fasilitas panas bumi Leyte

Hal ini untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan perpanjangan usia operasional pembangkit.

KS Orka memperluas kapasitasnya melewati 200 MW lewat proyek Sorik Marapi

Ini menjadi tonggak penting bagi salah satu proyek listrik bersih terbesar di Indonesia.

CPI kembangkan biomassa bambu ke proyek hybrid yang lebih besar

Warga lokal menggerakkan inisiatif energi terbarukan berbasis komunitas di Indonesia.

Bagaimana Jepang dapat menghidupkan kembali komitmennya pada energi terbarukan

Negara tersebut menghadapi tantangan dari sisi sistem maupun regulasi.

Kawasan Asia-Pasifik perlu selaraskan rencana energi dan pusat data

Akses terhadap energi terbarukan menjadi kunci bagi perluasan pasar.

APAC memimpin pertumbuhan energi nuklir

Ketegangan geopolitik dan harga bahan bakar fosil mendorong upaya diversifikasi.

Peralihan China dari batu bara ke hidrogen terhambat oleh biaya tinggi dan keterbatasan infrastruktur.

Hidrogen hijau membutuhkan pasokan energi terbarukan yang besar dan penyimpanan yang mahal.