, Indonesia
127 views
Photo by Alena Koval via Pexels

Pertamina memperkenalkan pedoman pembiayaan berkelanjutan

Ini mendukung target perusahaan untuk mengurangi emisi sebesar 32%.

Pertamina Indonesia telah meluncurkan Kerangka Pembiayaan Berkelanjutan pertamanya yang menetapkan pedoman untuk penerbitan instrumen pembiayaan.

“Langkah strategis untuk menetapkan Kerangka ini sejalan dengan upaya keuangan kami untuk menciptakan nilai jangka panjang dan keberlanjutan bagi para pemangku kepentingan sekaligus memberikan dampak positif,” kata Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini.

Langkah ini juga menegaskan komitmen Pertamina untuk mewujudkan target pengurangan emisi sebesar 32% dari skenario Business as Usual (BAU) pada 2030 dan mendukung sepenuhnya upaya Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060..

Di bawah kerangka ini, Pertamina dan unit-unitnya akan dapat menerbitkan instrumen pembiayaan hijau atau transisi untuk membiayai dan/atau membiayai kembali proyek hijau atau transisi yang memenuhi syarat dalam sembilan kategori: energi terbarukan, hidrogen hijau, jaringan transmisi dan distribusi untuk gas terbarukan dan rendah karbon, bangunan hijau, transportasi bersih, bahan bakar rendah karbon, pengelolaan sumber daya alam hidup dan penggunaan lahan yang ramah lingkungan, pengurangan emisi, dan transisi dalam pelayaran.

Pedoman ini juga mencakup proses tata kelola dan pelaporan yang kuat untuk memastikan transparansi dan visibilitas kepada investor dan pemberi pinjaman.

Pertamina mengatakan ISS-Corporate telah memvalidasi konsistensi kerangka ini dengan strategi keberlanjutan perusahaan, serta kesesuaiannya dengan Prinsip Obligasi Hijau yang diterbitkan oleh Asosiasi Pasar Modal Internasional (International Capital Market Association) dan Prinsip Pinjaman Hijau yang diterbitkan oleh Asosiasi Pasar Pinjaman (Loan Market Association).

Investasi energi terbarukan Asia-Pasifik melaju lebih cepat dari efisiensi pengadaan

Pengembang soroti hambatan jaringan, kontrak, dan dokumentasi.

Batu bara Jepang belum mampu gantikan pasokan LNG dari Selat Hormuz

Perusahaan utilitas batasi pembelian batu bara di tengah ketidakpastian durasi gangguan pasokan.

Guncangan harga minyak berdampak ke listrik gas Asia, meski dengan jeda

Kesepakatan LNG take-or-pay batasi kemampuan operator menyesuaikan produksi.

Solar terdesentralisasi tekan biaya jaringan di pedesaan Asia Tenggara

GoRental hadirkan solar terdesentralisasi dengan biaya jauh lebih murah dari jaringan listrik

Pajak karbon dan impor energi hijau tingkatkan biaya serta risiko kepatuhan

Fokus sempit pada pajak semata mengabaikan gambaran ekonomi yang lebih utuh.

China pimpin investasi fusi energi di Asia dengan dana capai US$5 miliar

China Fusion Energy Corporation berperan sebagai pusat nasional senilai US$2,1 miliar untuk proyek-proyek "matahari buatan".

Inverter grid-forming ambil alih kendali untuk stabilkan jaringan listrik Asia

Pertumbuhan konsumsi listrik kini melaju lebih cepat daripada kapasitas jaringan yang menyalurkannya.

Gangguan jaringan listrik Indonesia tegaskan pentingnya panel surya atap dan penyimpanan baterai

Kapasitas terpasang panel surya atap tercatat sebesar 853 MW, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Indonesia tetapkan target 2032 untuk PLTN pertamanya

Nuklir kini masuk ke dalam bauran energi jangka panjang Indonesia.

PLN perluas jaringan gas dan LNG guna dukung peningkatan energi terbarukan

Gas menjadi kekuatan penstabil yang memungkinkan jaringan listrik menyerap lebih banyak output yang bersifat variabel.