, Uzbekistan
105 views

ACWA Power inks deal for Uzbekistan wind, green hydrogen projects

It will contribute to Uzbekistan’sgoal to decarbonise 35% of its energy sector by 2030.

ACWA Power signed two agreements for the development of wind and green hydrogen energy projects in Uzbekistan, supporting the country’s decarbonisation goals.

In a statement, ACWA Power said the first set of agreements involves the partnership with Uzbekistan’s national holding company for chemicals, Uzkimyosanoat, through green hydrogen projects.

The first project of its kind in Central Asia, the initial phase of the green hydrogen projects located in the Tashkent region will cost around $100m. It will produce 3,000 tonnes of green hydrogen annually for the chemical industry, saving up to 20.4 million cubic metres of natural gas yearly.

READ MORE: ACWA Power, Uzbekistan to develop solar, battery projects

The second phase, meanwhile, will have an investment of $4b to ramp up the production to 120,000 tonnes per year. It will save 830 million cubic metres of natural gas and reduce 20 million tonnes of carbon dioxide emissions annually.

ACWA Power said the project will also include renewable energy technology of over 2.6 gigawatts (GW).

Meanwhile, the second set of agreements involved the signing of financing documents for the Karatau wind farm which has a total investment of around $120m. The 100MW wind project is expected to start operations in February 2025.

The electricity generated by the plant will be supplied exclusively to the National Electric Grid of Uzbekistan for 25 years.

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.