, India
Photo by Rafael Classen rcphotostock.com from Pexels.

What happened in India’s green hydrogen market in Q4

The country recorded a number of key tenders and bid applications last quarter.

India’s green hydrogen sector continues to grow, with three major green hydrogen tenders issued by various tendering authorities in the fourth quarter of 2024.

According to JMK Research & Analytics, the tenders include MECON Limited, Hindustan Petroleum Corporation Limited (HPCL), and Powergrid Corporation of India.

In terms of bid submission, the Solar Energy Corporation of India (SECI) opened a set of bids submitted by 14 players with a cumulative capacity of 626,500 MT per annum.

Waaree Energies approved INR 200 crore investment to set up a 300 megawatt electrolyser manufacturing plant under the Production Linked Incentive scheme.

For regulations, the Ministry of New and Renewable Energy issued two central-level policies, notifications, or orders. This includes the development of pilot projects for the production and use of green hydrogen in various applications and the establishment of Centres of Excellence under the Research and Development Scheme of the National Green Hydrogen Mission.

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.