IPP
, India
Photo by Artem Podrez via Pexels

Continuum Green Energy seeks INR 36.5b through maiden offering

This will be used to repay outstanding borrowings availed by its subsidiaries.

Independent power producer Continuum Green Energy has filed its draft red herring prospectus with the Securities and Exchange Board of India as it targets raising up to INR 36.5b through an initial public offering.

According to the company, the offering will consist of fresh issue of equity shares with a face value of INR 10 each, aggregating up to INR 12.5b, and an offer for sale of equity shares also with a face value of INR 10 each, aggregating up to INR 24b.

Net proceeds from the IPO will be used to repay/prepay in full or in part certain outstanding borrowings availed by its certain subsidiaries, including payment of accrued interest thereon, through investment in such units. It will also be used for general corporate purposes.

Various power companies in India have launched their maiden offering this year amidst an expanding energy sector. This includes ACME Solar that conducted an IPO later this year at a price band ranging from INR 275 to INR 289 per equity share of face value of INR 2 each.

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.